Panen Raya Padi Kabupaten Karo, Komitmen BRMP Pulihkan Daerah Pasca Bencana
Kabupaten Karo, Sumatera Utara, melaksanakan Panen Raya Padi di Desa Lau Mugap, Kecamatan Mardingding, pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produksi beras di Provinsi Sumatera Utara guna mendukung swasembada pangan nasional yang berkelanjutan, dengan dukungan aktif Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian.
Bupati Kabupaten Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menyampaikan bahwa potensi produktivitas padi di Kabupaten Karo sangat besar, yakni mencapai 6–7 ton per hektare, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan pangan di tingkat provinsi. Namun, bencana banjir yang terjadi pada 10 Oktober 2024 sempat menggenangi sekitar 743 hektare lahan sawah, menyebabkan kerugian besar dan menurunkan semangat petani.
“Harapan petani sempat menurun, bahkan hampir hilang. Namun hari ini kita buktikan bahwa dengan keyakinan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, didukung Kementerian Pertanian, TNI, serta masyarakat tani melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa 2025 dan normalisasi sungai, hasilnya sangat nyata. Lahan yang sebelumnya kebanjiran kini tidak lagi,” ujar Bupati Karo.
Saat ini, luas lahan yang telah dipanen mencapai sekitar 400 hektare dengan produktivitas rata-rata 6–7 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan pemulihan dan kesejahteraan bagi petani. Bupati Karo pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Menteri Pertanian, Gubernur Sumatera Utara, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI, Polri, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak terkait atas dukungan berkelanjutan dalam pengendalian banjir, modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alsintan, serta pendampingan intensif kepada petani.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Karo kembali mengusulkan optimalisasi lahan seluas 1.800 hektare pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional. “Swasembada pangan tidak cukup hanya ditargetkan, tetapi harus dikerjakan, dijaga, dan dibuktikan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., menegaskan bahwa petani merupakan pilar utama ketahanan pangan. Menurutnya, pelaksanaan panen raya ini mencerminkan kerja keras petani yang didukung penuh oleh pemerintah serta sinergi seluruh pemangku kepentingan di sektor tanaman pangan. Perbaikan sistem irigasi dinilai sangat berperan dalam memungkinkan petani menanam tepat waktu, sehingga peluang keberhasilan usaha tani semakin besar.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BRMP Tanaman Pangan sekaligus Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Utara, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, mewakili Menteri Pertanian, menyerahkan bantuan benih sumber varietas unggul baru (VUB) hasil rakitan BRMP, yaitu Inpari 32. Bantuan tersebut diserahkan kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, kemudian kepada Bupati Karo, dan selanjutnya kepada perwakilan petani.
Dr. Haris Syahbuddin berharap benih sumber yang diberikan dapat mendukung ketersediaan benih unggul bermutu di Kabupaten Karo sekaligus memperkuat sistem perbenihan daerah. Kegiatan panen raya kemudian dilanjutkan dengan panen secara langsung menggunakan combine harvester oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bupati Karo, Kepala BRMP Tanaman Pangan, serta para pemangku kepentingan di lahan petani.